liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Logo Katadata

Kesepakatan yang dicapai dengan susah payah pada pertemuan iklim COP28 yang mendorong transisi energi dari bahan bakar fosil merupakan langkah penting dalam membatasi pemanasan global. Namun, bagaimana nasib pekerja yang pekerjaan dan pendapatannya bergantung pada produksi dan pemanfaatan bahan bakar fosil?

Dari penambang batu bara hingga insinyur anjungan minyak lepas pantai, 32 juta orang yang bekerja di industri bahan bakar fosil terancam kehilangan mata pencaharian mereka. Hal ini terjadi seiring dengan perubahan bauran energi global menjadi lebih ramah lingkungan dan meningkatnya penggunaan energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin.

Para ahli memperingatkan bahwa hal ini dapat menyebabkan reaksi keras terhadap peralihan menuju ekonomi rendah karbon. Kecuali, jika ada upaya untuk meredam dampaknya terhadap para pekerja dan masyarakat, serta memastikan bahwa mereka dapat mengakses peluang kerja ramah lingkungan yang baru dan memperoleh keterampilan baru.

Dalam pembicaraan iklim di Dubai, ada juga penekanan yang semakin besar untuk tidak meninggalkan negara-negara dan pekerja yang bergantung pada bahan bakar fosil dan sebagai gantinya mencari “transisi yang adil”.

“Dekarbonisasi akan menciptakan jutaan lapangan kerja baru yang layak. Namun, pemerintah juga harus memastikan dukungan, pelatihan dan perlindungan sosial bagi mereka yang mungkin terkena dampak negatif,” ujar Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dalam pidatonya di COP28, seperti dikutip Reuters.

Pada saat yang sama, Guterres mengatakan kebutuhan negara-negara berkembang yang sangat bergantung pada produksi bahan bakar fosil juga harus diperhatikan.

Berikut ini adalah bagaimana proses iklim PBB berupaya untuk melakukan hal tersebut:

Apa Saja Kesepakatan mengenai Transisi yang Adil di COP28?

Paket keputusan yang diadopsi di Dubai mencatat bahwa peralihan dari energi bahan bakar fosil harus dilakukan dengan cara yang adil, teratur, dan merata. Negara-negara berkembang melipatgandakan seruan mereka untuk mendapatkan dukungan keuangan untuk membantu mereka mengembangkan energi terbarukan.

Di bawah Just Transition Working Program (Program Kerja Transisi Adil) PBB yang baru, sebuah rencana telah disetujui untuk menguraikan “jalur transisi yang adil” untuk mencapai tujuan iklim Perjanjian Paris.

Jalur-jalur tersebut akan berbeda sesuai dengan seberapa besar ketergantungan suatu negara terhadap ekstraksi dan penggunaan bahan bakar fosil, serta tingkat kemiskinan dan pembangunannya.

Untuk memajukan pemahaman tentang isu-isu tersebut, pemerintah sepakat untuk mengadakan dialog dua kali setahun pada pembicaraan iklim PBB di pertengahan dan akhir tahun. Selain itu, ada pertemuan tingkat menteri setahun sekali, yang pertama kali diadakan di Dubai.

Nick Robins, seorang profesor keuangan berkelanjutan di London School of Economics’ Grantham Research Institute, mengatakan belum ada perhatian yang cukup terhadap tantangan dan peluang sosial yang muncul dari transisi menuju dunia yang netral karbon.

Ia menyerukan agar ada lebih banyak kepemimpinan dalam kebijakan dan keuangan untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Ia mencatat bahwa sekitar 30% dari 168 rencana aksi iklim nasional yang dinilai oleh sekretariat iklim PBB telah mencakup upaya-upaya menuju transisi yang adil. Sementara itu, hanya 3% dari 150 perusahaan penghasil polusi karbon terbesar di dunia memiliki rencana transisi yang mereka kembangkan bersama para pekerjanya.

Apa yang Perlu Dilakukan untuk Memajukan Upaya Transisi yang Adil?

Robins mengatakan bahwa Program Kerja Transisi Adil dapat membantu lebih banyak negara untuk memasukkan dampak sosial dari transisi energi ke dalam rencana aksi iklim mereka, yang akan diperbarui pada tahun 2025.

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21