liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Logo Katadata

Koordinator Ekosistem dan Pemanfaatan TIK, Kementerian PPN/Bappenas Andianto Haryoko mengatakan startup teknologi hijau atau greentech di dalam negeri masih menghadapi sejumlah kendala. Kendala tersebut di antaranya terkait pendanaan, kebijakan, maupun regulasi.

Andinto mengatakan, perbankan dan lembaga keuangan belum dapat mengidentifikasi kategori greentech untuk penyaluran kredit. Selama ini, kata Andianto, pihak bank dan lembaga keuangan memasukkan kategori greentech ke kelompok usaha yang berisiko tinggi.

“Greentech digital enterpreneur ini kalau dimasukkan ke UMKM juga sulit. Karena tidak bisa apple to apple bisa dibandingkan dengan penjual gorengan, warmindo,” kata Andianto saat Konferensi Pers “Welcoming 35 Greentech Innovators in the Greentech Entrepreneurs Network (GEN) Program”, Jakarta, Kamis (1/2).

Dia mengatakan, lembaga keuangan dan perbankan pada akhirnya tidak bisa memasukkan greentech ke kategori debitur mereka. “Tidak bisa dimasukkan kemana-mana, karena belum ada kebijakan dan regulasi di dalam dunia perbankan,” ucapnya.

Ia menuturkan, sebenarnya perbankan dapat melihat kegiatan pelaku usaha greentech untuk menghitung kelayakan finansial mereka.

“Ini yang mestinya itu menjadi literasi digital kepada lembaga keuangan dan perbankan bahkan,” katanya.

Andianto mengatakan ,saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menggodok kebijakan terkait taksonomi hijau. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi payung hukum untuk perbankan dan lembaga keuangan sehingga bisa memberikan kredit kepada para pelaku usaha greentech.

“Tentunya pemerintah harus terus mengevaluasi kebijakan dan regulasi yang betul-betul bisa fokus dan tepat sasaran untuk mempercepat akses pendanaan greentech. Jangan sampai kredit ini justu memberikan high risk karena ini tidak ada asetnya,” ujar dia

Padahal, Andianto melihat terdapat potensi greentech menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Pasalnya, digital enterpreneur temasuk greentech memegang peranan yang cukup penting.

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21