liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Penjualan Sertifikat EBT Tahun Ini Meroket 342%, PLN Raup Rp 47,7 M

PLN menyatakan penyaluran listrik ramah lingkungan melalui penjualan Renewable Energy Certificate (EBT) atau Sertifikat Energi Terbarukan (REC) mencapai 1,7 juta megawatt jam (MWh) selama 2022. Angka ini meningkat lebih dari lima kali lipat dibandingkan tahun 2021 yang hanya disalurkan 308 ribu MWh

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, REC PLN bisa menjadi pilihan untuk menyediakan EBT bagi perusahaan dan konsumen yang membutuhkan pengakuan penggunaan energi bersih.

“REC merupakan salah satu inovasi green product PLN untuk memudahkan pelanggan mendapatkan pengakuan atas penggunaan EBT yang diakui secara internasional,” kata Darmawan dalam siaran pers, Jumat (20/1).

Perseroan juga mencatat penyaluran REC kepada 272 pelanggan bisnis dan industri hingga akhir tahun 2022. Beberapa di antaranya adalah Astra Otoparts Group, PT Merck, PT Johnson Home, PT Bangun Maju Lestari dan PT Asuransi Astra Buana.

Selain itu, ada juga Nike, H&M, Toyota, Uniqlo, Cheil Jedang Indonesia, Air Liquide Indonesia, dan HM Sampoerna. Lokasi tertentu, seperti lima Istana Kepresidenan dan Istana Cagar Budaya Mangkunegaran, juga menjadi pengguna PLN REC.

Dalam menerbitkan REC yang didistribusikan ke pelanggan, PLN bekerjasama dengan TIGRs APX sebagai lembaga internasional yang melakukan verifikasi international tracking system di California, USA.

Sejauh ini pembangkit energi hijau milik PLN yang terdaftar di APX adalah PLTP Kamojang 140 MW untuk sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali, PLTP Lahendong 80 MW dan PLTA Bakaru 130 MW untuk sistem kelistrikan Sulawesi dan PLTP Ulubelu 110 MW yang masuk dalam sistem kelistrikan Sumatera .

“Dalam waktu dekat, PLN akan mendaftarkan pembangkit lain dengan jenis EBT yang berbeda. Kapasitas ini akan terus ditingkatkan seiring dengan pertumbuhan permintaan REC, mengingat PLN memiliki potensi sumber daya EBT yang sangat besar,” ujar Darmawan. .

Harga listrik bersih hanya Rp 30 per kWh lebih mahal

Executive Vice President Perencanaan Sistem Ketenagalistrikan PLN, Warsono menjelaskan, harga yang ditetapkan perseroan untuk pembelian REC adalah Rp 30 per kilowatt hour (kWh). Dengan menjadi pelanggan listrik REK, tarif listrik pengguna akan dinaikkan sebesar Rp 30 kWh.

“Jadi REC-nya di atas tarif normal. Misalnya tarif awal Rp 1.400, kemudian tambahan Rp 30 per kWh. Itu saja,” kata Warsono ditemui di Hotel Dharmawangsa Jakarta, Senin (19/12). ).

Dia mengatakan, lonjakan permintaan sertifikat EBT didominasi oleh perusahaan yang berada di kawasan industri yang umumnya memproduksi komoditas untuk pasar ekspor. Selain itu, lonjakan permintaan REK didasarkan pada tren bisnis global yang hanya mau menerima komoditas yang berasal dari produksi listrik bersih.

Melalui REC, pelanggan juga mendapatkan pengakuan untuk menggunakan listrik EBT. Perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk pembangunan infrastruktur pembangkit listrik energi bersih. “REC PLN Rp 30 per kWh, jadi cukup murah dan banyak peminat terutama dari industri yang menggunakannya,” kata Warsono.