liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
PGN Gandeng 3 Perusahaan Jepang dan PTPN Garap Energi Bersih Biometana

PT PGN Tbk sebagai subholding gas Pertamina menggandeng tiga perusahaan gas asal Jepang yaitu Osaka Gas Co, Ltd (Daigas), JGC Holding Corporation (JGC), serta Inpex Corporation dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) untuk mengerjakan biomethane cleaning . proyek energi.

Biometana diperoleh dari limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) PTPN.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan mengatakan, dalam proyek ini PGN turut serta mendukung koneksi G to G di negara-negara Asia untuk memastikan keamanan dan kemampuan pasokan energi pada masa transisi energi untuk mencapai target netral karbon.

“Sejalan dengan kesiapan PGN untuk mengembangkan biomethane yang menggunakan gas bumi setara untuk berbagai sektor,” kata Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (8/3).

Proyek ini merupakan kelanjutan dari kerjasama antara PT Pertamina (Persero) sebagai Induk Migas dengan Daigas, JGC dan Inpex dalam studi bersama proyek energi bersih di Indonesia.

Selain itu, juga merealisasikan program Asian Zero Emission Community (AZEC) yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dalam rangkaian Presidensi G20 pada 14 November 2022 di Bali.

Pemerintah Jepang menyatakan bersedia membantu Indonesia dalam mendukung proses transisi energi di Indonesia, sebagai bagian dari kerangka kerja sama AZEC.

Dalam penandatanganan kerjasama tersebut, PGN, Daigas, JGC, Inpex, dan PTPN sepakat untuk melakukan kajian pengolahan biomethane menjadi POME atau biogas yang disuplai dari PTPN.

Seperti diketahui PTPN memiliki portofolio dalam pengelolaan, pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan yang berfokus pada kelapa sawit dan karet. Heru juga menyatakan tersedianya distribusi biomethane yang dapat menggunakan jaringan pipa gas bumi dan non pipa milik PGN Group.

Menurutnya, kerjasama ini akan membantu percepatan pengembangan biometana di Indonesia.

Dengan portofolio PTPN di bidang pengolahan kelapa sawit, kajian dapat diperdalam di pabrik kelapa sawit dan pabrik pengolahan POME, sebagaimana diperlukan untuk fasilitas produksi bio-CNG sebagai turunan POME dan kredit karbon atau produksi biosertifikat.

Melalui kerja sama ini, tambah Heru, akan memungkinkan pengukuran kandungan oksigen kimiawi (COD) POME dari pabrik kelapa sawit untuk menghitung risiko penurunan produksi biometana tahunan, sehingga dapat diantisipasi.

Selain itu, PGN juga membuka peluang kerjasama dengan badan usaha lain yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit untuk meningkatkan kapasitas produksi yang dibutuhkan pasar.

“Biometana sebagai energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan, dapat menggantikan bahan bakar fosil. Limbah pabrik kelapa sawit atau POME mengandung bahan yang menghasilkan emisi metana yang relatif tinggi,” kata Heru.

Maka, tambah Heru, PGN dan mitra berkomitmen mengoptimalkan kerjasama ini untuk mengkonversi POME menjadi bioenergi, untuk meningkatkan pasokan energi bersih secara berkelanjutan.