liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Pemerintah akan Lelang Dua Wilayah Kerja Panas Bumi Way Ratai dan Nage

Kementerian ESDM akan membuka lelang dua Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Way Ratai yang berlokasi di Kabupaten Pesawaran, Lampung dan WKP Nage di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur pada Rabu (21/12).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana mengatakan, lelang diharapkan membuka peluang bagi pengusaha untuk memanfaatkan potensi listrik panas bumi yang mencapai 55 megawatt (MW) untuk WKP Way Ratai dan 10 MW untuk WKP Nage. .

“Proses pendaftaran sebagai peserta lelang dimulai pada 21 Desember. Adapun kapasitas PLTP yang diharapkan dapat dikembangkan di WKP Way Ratai 55 MW dan WKP Nage 10 MW,” ujar Dadan kepada Katadata.co.id melalui pesan singkat, Selasa (20/12).

Dalam lelang ini, pemerintah akan menerapkan aturan yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Lebih lanjut Dadan menjelaskan, pemerintah tidak menjadikan harga penawaran listrik sebagai patokan untuk memenangkan tender. Untuk salah satu variabel yang digunakan dalam evaluasi lelang dilakukan berdasarkan negosiasi dengan batas atas berdasarkan harga patokan tertinggi yang ditetapkan dalam Perpres 112.

“Dalam proses lelang WKP, harga penawaran tidak dijadikan sebagai penentu peringkat pemenang lelang,” kata Dadan.

Sebelum menggelar lelang WKP Way Ratai dan WKP Nage, Kementerian ESDM juga melelang tiga WKP, yakni WKP Lainea di Sulawesi Tengah, WKP Gunung Galunggung di Jawa Barat, dan WKP Gunung Wilis di Timur. Jawa. Namun, hingga saat ini ketiga WKP tersebut belum terlihat oleh investor panas bumi.

“Tender untuk ketiga WKP tersebut telah dilakukan namun hingga batas waktu pendaftaran peserta lelang belum diperoleh badan usaha yang terdaftar,” kata Dadan.

Sebagai informasi, sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021-2030, Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 23.965 megawatt (MW). Potensi terbesar ada di Pulau Sumatera yakni 9.679 MW.

Meski memiliki potensi terbesar, kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang terpasang di Sumatera saat ini baru mencapai 562 MW atau 5,8% dari total potensinya. Artinya masih ada sekitar 94% potensi yang belum tergali.

Pulau Jawa memiliki potensi terbesar kedua sebesar 8.107 MW. PLTP yang baru terpasang tersebut berkapasitas 1.254 MW atau 15,5% dari potensinya. Kemudian Sulawesi dengan potensi 3.068 MW namun kapasitas terpasang hanya 120 MW (3,9%).

Kemudian Nusa Tenggara dengan potensi 1.363 MW dan kapasitas terpasang 12,5 MW. Selanjutnya, Maluku memiliki potensi 1.156 MW, Bali 335 MW, Kalimantan 182 MW, dan Papua 75 MW. Belum ada kapasitas terpasang di keempat pulau tersebut.