liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Logo Katadata

Semakin banyak orang terpaksa meninggalkan rumah mereka seiring dengan meningkatnya jumlah bencana iklim, terutama di Asia.

Pusat Pemantauan Pengungsian Internal (Internal Displacement Monitoring Center/IDMC) menyatakan 2022 mencatat rekor 32,6 juta pengungsian internal terkait dengan bencana. Angka ini 41% lebih tinggi dari rata-rata tahunan dalam satu dekade terakhir. Angka tersebut juga jauh lebih tinggi dari 28,3 juta orang yang mengungsi akibat konflik dan kekerasan pada tahun yang sama.

Secara khusus, empat dari lima negara teratas dengan jumlah pengungsi internal baru terbanyak akibat bencana pada 2022 berada di Asia. Pakistan memiliki jumlah pengungsi internal tertinggi sebanyak 8,2 juta jiwa, diikuti oleh Filipina dengan 5,5 juta jiwa, dan Cina dengan 3,6 juta jiwa.

Situasi ini akan semakin memburuk. Menurut laporan Bank Dunia tahun 2021, perubahan iklim dapat memaksa 216 juta orang di enam wilayah untuk pindah ke wilayah lain di dalam negaranya pada 2050.

Namun, Vinod Thomas, peneliti senior tamu di ISEAS-Yusof Ishak Institute, mencatat bahwa perkiraan ini mungkin lebih rendah daripada kenyataan. “Proyeksi biasanya meremehkan betapa buruknya keadaan, dan semua proyeksi mengarah ke satu arah – ini akan meningkat, dan meningkat dengan sangat cepat,” kata Thomas, seperti dikutip CNBC.com.

Asia Selatan Paling Berisiko

Di kawasan ini, Asia Selatan kemungkinan besar akan memiliki paling banyak orang yang mengungsi akibat perubahan iklim karena kepadatan populasinya dan kerentanannya terhadap dampak perubahan iklim. Secara khusus, Thomas mencatat bahwa Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan kemungkinan besar akan menjadi negara-negara yang paling terdampak.

Menurut World Economic Forum (WEF), 10% hingga 18% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Asia Selatan terancam oleh bencana iklim. Angka ini tiga kali lipat dari risiko yang dihadapi Amerika Utara dan sepuluh kali lipat dari Eropa.

“Pengungsian internal yang disebabkan oleh perubahan iklim memiliki dampak ekonomi yang parah bagi negara tuan rumah,” kata Thomas.

Selama kebakaran hutan “Musim Panas Hitam” di Australia dari 2019 hingga 2020, IDMC memperkirakan kerugian produksi ekonomi dari satu orang yang kehilangan satu hari kerja adalah sekitar US$510. Pada saat itu terdapat 65.000 pengungsi baru akibat kebakaran hutan.

Untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi mereka yang tidak dapat kembali ke rumah mereka selama satu tahun juga diperkirakan membutuhkan biaya antara US$44 juta dan US$52 juta (sekitar Rp 660 miliar hingga Rp 780 miliar).

Orang-orang yang mengungsi akibat bencana iklim juga dapat memutuskan untuk meninggalkan negara tersebut. “Apa yang telah kita lihat mengenai pergerakan eksternal adalah puncak gunung es dan hanya sekilas dari apa yang mungkin terjadi dan kami tidak siap untuk menghadapi itu,” kata Thomas.

Jalur Migrasi

Tamara Wood, peneliti senior di Kaldor Centre for International Refugee Law, mengatakan orang-orang mungkin secara bertahap mulai bergerak melintasi batas seiring dengan memburuknya dampak perubahan iklim.

Pada November lalu, Australia menandatangani kesepakatan migrasi dengan Tuvalu yang menawarkan 280 warga negara Tuvalu untuk menjadi penduduk tetap di Australia setiap tahunnya.

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21