liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Momen Bersejarah, COP27 Sepakati Pembentukan Dana Loss and Damage

Negosiasi COP27 membuat sejarah baru dengan menyetujui pembentukan dana ‘Kehilangan dan Kerusakan’ yang memberikan kesempatan kepada negara-negara yang paling terkena dampak perubahan iklim untuk menerima sejumlah dana dari negara maju.

Loss and Damage (LnD) akhirnya disepakati dalam sesi penutupan Pleno COP27 yang digelar sejak Minggu (20/11) pagi pukul 03.30 waktu setempat. Presiden Mesir sebelumnya menjadwalkan sidang penutupan pada Sabtu (19/11) pukul 18.00 waktu Mesir. Namun, agenda ini terpaksa ditunda hingga pukul 21.00 karena para delegasi belum mencapai mufakat.

Presiden COP27 Mesir, Sameh Shoukry, yang memimpin pertemuan, memulai diskusi pertama tentang agenda Loss and Damage. Shoukry mengatakan para delegasi telah berhasil menyepakati negosiasi dengan LnD dalam beberapa hari terakhir. Dia akhirnya memukul palu untuk meresmikan kesepakatan itu. Para delegasi memberikan tepuk tangan meriah sebagai tanggapan atas keputusan tersebut.

Isu Loss and Damage sebelumnya tidak masuk dalam agenda resmi COP27. “Kami hanya berhasil memasukkan ‘Loss and Damage’ dalam diskusi resmi beberapa menit sebelum COP27 dibuka pada 6 November,” kata Utusan Khusus Kepresidenan COP27 Aboulmagd Wael.

Loss and Damage, yang memastikan negara kaya akan menyediakan dana khusus bagi negara terdampak, memang menjadi salah satu perdebatan panas selama dua pekan COP27. Beberapa negara seperti Pakistan dan Bangladesh berada di garis depan dalam mendorong mekanisme Kerugian dan Kerusakan.

“Ini momen bersejarah. Puncak dari kerja 30 tahun dan awal dari upaya mengejar keadilan iklim,” kata Nabeel Munir, konsultan Pakistan, seperti dikutip The Guardian.

Harapan akan hasil mekanisme Loss and Damage mulai muncul pada Jumat pagi (18/11), ketika Uni Eropa mengajukan proposal Loss and Damage. Namun, dalam perkembangannya, negosiasi terhenti karena UE menuntut pengurangan emisi yang lebih ambisius.

Posisi China telah menjadi masalah tersendiri. Negara-negara kaya menginginkan negara-negara Tirai Bambu untuk berkontribusi pada penciptaan dana Kerugian dan Kerusakan. Namun, Kepala Perunding China, Xie Zhenhua mengatakan, dalam hal ini, China adalah negara berkembang, sehingga juga tidak bertanggung jawab atas dana Loss and Damage.

Hingga berita ini diturunkan, sesi penutupan COP27 masih berlangsung hingga pukul 05.00 waktu setempat.

Konsep Kerugian dan Kerusakan

Kerugian dan kerusakan adalah sebuah konsep dimana negara kaya, sebagai penghasil emisi karbon terbesar, harus membayar negara miskin. Mereka lebih menderita akibat perubahan iklim yang tidak mereka sebabkan.

Contoh pentingnya pembiayaan kerugian dan kerusakan adalah bencana banjir di Pakistan. Bencana yang terjadi sejak Juni 2022 itu telah menyebabkan ribuan korban jiwa dan ribuan lainnya terjangkit penyakit. Banyak orang beranggapan bahwa kejadian ini bukan kesalahan Pakistan saja, melainkan efek dari perubahan iklim secara umum.

Konsep kehilangan dan kerusakan bukanlah hal baru. Negara berkembang dan kepulauan telah meminta pendanaan semacam ini sejak 1991. Vanuatu adalah yang pertama meminta negara penghasil karbon untuk menyalurkan uang ke negara yang terkena dampak kenaikan permukaan laut.