liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Luna Maya Jadi Investor Startup Pengelolaan Sampah Waste4Change

Seniman dan pengusaha, Luna Maya berinvestasi di startup pengelolaan sampah Waste4Change. Sayangnya, tidak ada pihak yang menyebutkan nilai investasinya.

Sebelum menjadi investor, Luna Maya awalnya adalah klien dari layanan personal Waste4Change. Layanan ini menyediakan layanan pengangkutan sampah dari rumah yang kemudian dipilah untuk didaur ulang atau dibawa ke tempat pembuangan akhir.

“Semoga keterlibatan saya di Waste4Change dapat mengarah pada terwujudnya sistem yang lebih baik, tidak hanya untuk kita semua tetapi juga untuk alam Indonesia,” ujar Luna Maya, dalam keterangan resmi, Kamis (9/2).

Luna mengatakan, pengelolaan sampah masih saja dibuang sembarangan, bocor ke lingkungan bahkan mencemari rantai makanan yang kita makan. Padahal, menurutnya, persoalan sampah merupakan hal yang biasa.

Founder dan CEO Waste4Change Mohamad Bijaksana Junerosano mengatakan, partisipasi Luna Maya sebagai bagian dari Waste4Change akan mendorong perusahaan untuk memperluas portofolionya. Misalnya dengan menyasar pengembang real estate, kawasan komersial, dan pengelola pariwisata.

Waste4Change juga berencana mendorong dan mengaktifkan kembali layanan B2C. Hal ini akan memungkinkan perusahaan tidak hanya memberikan layanan kepada perusahaan dan bisnis, tetapi juga melibatkan peran masyarakat secara individu.

Di antara banyak negara di ASEAN, Indonesia dikenal sebagai penghasil sampah terbesar, mencapai 64 juta ton per tahun (UNEP, 2017). Jumlah sampah yang besar dan jumlah penduduk yang tinggi menyebabkan Indonesia menghadapi masalah pengelolaan sampah yang tidak mudah.

Belum lagi kurangnya kesadaran masyarakat untuk dapat mendukung penerapan budaya daur ulang sampah. Hingga tahun 2021, tingkat daur ulang di Indonesia berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan hanya berkisar 11-12%.

Keterlibatan Luna Maya dengan Waste4Change bukanlah hal baru. Merek kecantikan Luna, ‘NAME’, menerima dana dari AC Ventures. Ini adalah agen ventura yang juga berinvestasi di Waste4Change.

Sebelumnya, Waste4Change telah menyelesaikan pendanaan seri A sebesar US$5 juta yang dipimpin oleh AC Ventures dan PT Barito Mitra Investama, dan menargetkan peningkatan pengelolaan sampah secara signifikan menjadi 2.000 ton per hari.