liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Dampak Positif Penggunaan B35, Hemat Devisa hingga Tekan Emisi Karbon

Pemerintah melalui Kementerian ESDM hampir selesai melakukan road test penggunaan bahan bakar biodiesel B40 pada kendaraan bermesin diesel. Dari uji jalan yang telah dijalankan, B40 tidak menyebabkan kerusakan mesin, dan kendaraan dapat beroperasi seperti menggunakan solar biasa.

Dirjen Konservasi Energi Baru, Terbarukan, dan Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana menambahkan, dari uji jalan sepanjang 50.000 kilometer (KM), masih tersisa 6.000 KM dan bila sudah selesai akan diperoleh hasil akhir dari uji coba tersebut. hasil yang akan digunakan sebagai acuan.

Setelah itu, pemerintah akan mengeluarkan rekomendasi teknis kebijakan penerapan B40 dan dapat segera diimplementasikan.

“Masih tersisa 6.000 KM untuk Road Test B40. Jadi kami akan mendapatkan hasil akhir untuk kendaraan pertama dalam dua minggu ke depan. Keputusan final ya,” kata Dadan seperti dikutip dari siaran pers Kementerian ESDM, Rabu (2/11).

Dijelaskannya, saat ini hasil tes yang sudah berjalan sudah didapatkan. Dimana mobil dapat beroperasi dengan normal dan lancar seperti menggunakan solar biasa, mobil tidak mengalami kerusakan, dan juga tidak ada batasan pada bagian filter utama. Ini berbeda dengan tes sebelumnya.

“Sebelumnya, kami mengikuti aturan setiap 10.000 KM untuk berubah. Jadi kami benar-benar ingin tahu kapan dia akan berakhir. Jadi 22.000 KM atau 23.000 KM seperti itu. Jadi sudah terbukti tidak ada larangan. Setelah itu, dari segi ketahanannya terhadap hawa dingin, kami sudah mengujinya di Dieng. Berjalanlah, sebentar lagi akan hidup,” kata Dadan.

Sehingga uji jalan menunjukkan bahwa bahan bakar B40 tahan dingin, tidak menyebabkan penyumbatan filter, dan kendaraan dapat beroperasi dengan normal.

Kurangi impor BBM

Penggunaan Bahan Bakar Nabati (BBN), khususnya biodiesel, diharapkan menjadi upaya strategis untuk mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM) sekaligus meningkatkan bauran energi baru terbarukan di Indonesia.

“Pertama, saya senang performa B40 bisa menjawab kebutuhan energi kendaraan. Kedua, emisi bisa ditekan karena penggunaan bioenergi lebih tinggi,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif. “Kita patut bersyukur karena negara kita banyak menyediakan sumber energi potensial”.

Arifin menambahkan, pemerintah akan terus mendorong pemanfaatan berbagai sumber energi di Indonesia. Lihat kotak data berikut:

“Mata kita baru terbuka di tengah krisis konflik antara Rusia dan Ukraina yang menyebabkan sulitnya pasokan energi, terutama minyak dan gas karena banyak sumber daya minyak dan gas Rusia yang tidak dapat dimanfaatkan, sehingga produsen minyak dan gas, OPEC+, mengurangi produksinya,” katanya.

Menurutnya, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengembangkan energi baru terbarukan guna memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri yang selama ini dipenuhi melalui impor.

“Kami bayangkan saat ini produksi minyak kita sekitar 650.000 barel per hari sedangkan kebutuhan kita 1,3 juta barel per hari. Bagaimana kalau kita tidak bisa membeli 650 ribu barel karena tidak ada pasokan. Apalagi kapasitas kita baru 50%, setengahnya dipenuhi dari impor,” ujarnya.

Oleh karena itu, Indonesia harus berbenah dan mulai mempercepat pemanfaatan sumber energi terbarukan agar Indonesia dapat mandiri energi. “Itulah yang disebut ketahanan energi bagi Indonesia,” tambah Arifin.

Arifin juga mengatakan ekosistem sawit dunia sudah berupaya mengatasi ketergantungan terhadap energi fosil dan Indonesia memiliki kemampuan untuk itu dengan luas lahan yang tersedia. Selain kelapa sawit, sumber energi lain yang juga sedang dikembangkan adalah etanol.

Persiapan Implementasi B40

Selain persiapan teknis di mesin kendaraan agar bisa digunakan sebagai bahan bakar B40, pemerintah juga akan memastikan ketersediaan infrastruktur dari Pertamina dan badan usaha lain terkait fasilitas blending cukup atau tidak.

“Sekarang semuanya didesain B30, sekarang B40 jadi pipa juga butuh pompa. Ya nambah 10%,” kata Dadan.

Sementara dari sisi suplai BBN untuk B40, kata Dadan, saat ini suplai BBN sebesar 16 juta kilo liter, sedangkan B40 hanya membutuhkan 15 juta KL. “Jadi jangan khawatir, dua pabrik baru akan kami masuki awal tahun depan,” imbuhnya.