liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Hari Terakhir COP27 Terancam Gagal Capai Kesepakatan Penting

Hari terakhir COP27 di Sharm el Sheikh, Mesir dibayangi ancaman kegagalan mencapai konsensus. Dari 33 agenda yang dibahas, hanya sembilan dokumen yang berhasil disepakati.

Pada Jumat (18/9) pukul 09.00 WIB, Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) menerbitkan draft dokumen kesepakatan (Cover Text) hasil negosiasi selama dua minggu terakhir. Dokumen ini menegaskan upaya menjaga suhu bumi di bawah 1,5 derajat Celcius, sesuai Perjanjian Paris.

Dokumen setebal 10 halaman itu tidak memuat banyak hal baru. Dokumen tersebut menyerukan percepatan transisi ke energi bersih, penghentian pembangkit listrik tenaga batu bara secara bertahap, dan mendorong rencana iklim baru pada tahun 2023. Poin penting terkait Indonesia adalah kebutuhan mendesak untuk mendorong pembiayaan iklim melalui skema REDD+.

Seperti diketahui, pekan lalu Pemerintah Indonesia baru saja memperoleh pembayaran awal sebesar US$ 20,9 juta untuk proyek REDD+ di Kalimantan Timur. Proyek Bank Dunia akan memberikan total pembayaran sebesar US$ 110 juta yang akan dibayarkan setelah verifikasi selesai.

Dokumen ini juga tidak memuat isu kesepakatan ‘Loss and Damage’ yang hangat diperdebatkan di COP27. Salah satu konsultan negara berkembang yang ditemui Katadata mengatakan, negara maju masih belum mau berkomitmen menyediakan dana untuk ‘Loss and Damage’.

Namun, kabar baik juga muncul pada Jumat pagi waktu setempat. Uni Eropa mengajukan proposal yang berisi kesepakatan potensial untuk membentuk dana Kerugian dan Kerusakan.

Wakil Presiden Komisi Eropa Frans Timmerman mengatakan Uni Eropa telah mendengarkan aspirasi negara-negara G77 yang secara aktif mendorong pembentukan Loss and Exchange Fund.

kerusakan. Namun, menurutnya, butuh waktu lama untuk mengumpulkan dana tersebut.

“Tapi karena mereka [G77] sangat menginginkan dana, kami setuju, “katanya.

Indonesia Menanti Pasal 6

Sementara itu, Kamis (17/11) pukul 19.00 waktu setempat, Pemerintah secara resmi menutup Paviliun Indonesia pada acara COP27. Ketua Paviliun Indonesia dan Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Agus Justianto mengatakan, sebanyak 66 sesi diskusi telah sukses diselenggarakan di Paviliun Indonesia dalam dua minggu terakhir.

“Paviliun Indonesia dikunjungi sekitar 3.000 orang selama COP27,” ujarnya.

Penutupan Paviliun Indonesia di COP27 (Katadata)

Meski banyak Paviliun menghentikan agendanya di hari terakhir COP27, negosiasi masih berlanjut. Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Lhaksmi Dewanti mengatakan, negosiasi terkait ‘Pasal 6’ Perjanjian Paris masih dibahas hingga larut malam. Article 6 yang memuat isu alokasi perdagangan karbon merupakan salah satu hasil COP27 Mesir yang paling ditunggu oleh Pemerintah Indonesia.

“Butir 6 masih dibahas. Di sini saya pergi ke sana [ruang negosiasi],” ujar Lhaksmi, kepada Kadatada, Kamis malam.

Pada hari terakhir COP27, negosiasi dapat berlanjut hingga Sabtu dini hari. Belajar dari pengalaman COP sebelumnya, jarang sekali negosiasi dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Sebagian besar pelaksanaan COP harus ditunda untuk menyelesaikan negosiasi. Pada COP27 di Mesir, kemungkinan ini terbuka lebar.