liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Biodiesel B35 Jalan 2023, Pemerintah Alokasikan 13,15 Juta KL

Kementerian ESDM menyatakan pengurangan emisi karbon dan gas rumah kaca (GRK) dari penerapan biodiesel biodiesel (BBN) B30 pada 2021 mencapai 24,6 juta ton melalui total penyaluran 9,3 juta kilo liter (KL).

Capaian tersebut meningkat 9,3% dari capaian penerapan B30 pada tahun sebelumnya yang mampu menurunkan 22,3 juta ton gas rumah kaca melalui penyaluran biodiesel B30 sebanyak 8,4 juta KL.

Dirjen Energi Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM yang baru, Dadan Kusdiana mengatakan, produksi biodiesel merupakan implementasi wajib oleh pemerintah yang sudah diterapkan sejak 2018 melalui B20.

Pada tahun tersebut, pemerintah berhasil menurunkan GRK sebesar 9,96 juta ton melalui penyaluran 3,75 juta KL. Produksi B20 pada tahun berikutnya meningkat menjadi 6,39 juta KL dan berhasil menurunkan emisi GRK hingga 16,98 juta ton.

Dadan menjelaskan penerapan biodiesel merupakan langkah pemerintah untuk mengurangi emisi karbon dari penggunaan bahan bakar fosil. Produksi emisi gas rumah kaca dari sektor energi pada tahun 2030 diproyeksikan mencapai 1.668 juta ton CO2 jika mengacu pada kebiasaan normal atau Business as Usual (BaU).

“(Kurang lebih) 30% emisi kita berasal dari sektor energi,” kata Dadan dalam diskusi bertajuk Indonesia’s Biofuel Program: A Stronger Commitment to Positive Impact on Emission Reduction and Economic Development di Indonesia COP27 Egypt Pavilion, Rabu (9/11). ). ).

Dalam forum tersebut, Dadan menjelaskan, tahun ini pihaknya telah melakukan uji jalan B40 sejauh 50.000 kilometer (KM). Rencananya, laporan evaluasi hasil uji jalan tersebut akan dilaporkan ke pemerintah pusat pada akhir tahun ini.

Selain biodiesel, Kementerian ESDM bersama Pertamina juga mengembangkan solar dan green gasoline yang juga dihasilkan dari campuran minyak sawit. Keduanya saat ini diproduksi di Pabrik Cilacap di Jawa Tengah dan Pabrik Plaju di Sulawesi Selatan

“Untuk green diesel sangat mirip dengan biodiesel, tapi prosesnya berbeda. Kami juga memiliki target green gasoline,” ujar Dadan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan proyeksi penghematan nasional dari penerapan biofuel B40 mencapai US$ 12,09 miliar atau sekitar Rp 189,78 triliun per tahun. Dadan menjelaskan jika B40 diterapkan, konsumsi solar akan berkurang 15,03 juta KL.

Selain itu, faktor harga Biodiesel Market Index (HIP) yang lebih rendah dari HIP Solar berdampak pada pengembangan B40 yang tidak membutuhkan dana insentif dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

“Bila B40 diterapkan, konsumsi solar akan berkurang 15,03 juta KL. Jika asumsi kurs dolar terhadap rupiah saat ini Rp 15.697 dan HIP solar saat ini Rp 12.402 per liter, maka potensi penghematan bagi negara dari penerapan B40 diperkirakan mencapai US$ 12,09 miliar,” ujar Dadan kepada Katadata.co.id, Kamis (3/11).