liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Logo Katadata

Keselamatan pembela lingkungan di Indonesia terus terancam, bahkan seringkali berujung kematian. Auriga Nusantara mencatat sejak 2014 hingga 2023 terdapat 133 kasus kekerasan yang menimpa para pembela lingkungan.

Yang lebih parah, dalam tiga tahun terakhir terjadi peningkatan yang signifikan kasus kekerasan terhadap para aktivis ini. Pada 2020 terdokumentasi 14 kasus yang mengalami peningkatan dua kali lipat dari 2019. Pada 2021, jumlah kasus kekerasan terhadap para aktivis lingkungan ini meningkat menjadi 24 kasus kemudian menjadi 27 kasus pada 2022. Pada 2023, angkanya naik lagi menjadi 30 kasus.

Direktur Eksekutif Auriga Nusantara Timer Manurung mengatakan melihat fenomena tersebut perlu adanya perlindungan bagi pembela lingkungan. “Negara tidak terlalu melindungi, kurang melindungi atau gagal melindungi (aktivis lingkungan) sehingga masyarakat sipil harus membangun sendiri perlindungan terhadap dirinya,” kata Timer dalam talkshow yang berjudul ‘Status Pembela Lingkungan Hidup 2014-2023’ yang disiarkan di Youtube Auriga Nusantara, Jumat (19/1).

Dalam laporan Auriga Nusantara, ancaman terhadap pembela lingkungan hampir merata di seluruh Indonesia. Namun, Timer mengatakan kasus di Pulau Jawa yang paling banyak. “Mungkin kami melihatnya bukan karena kasusnya paling banyak tapi bisa jadi adalah liputan media nya lebih tinggi,” ujarnya. 

Auriga Nusantara melaporkan terdapat 36 kasus di Pulau Jawa, 30 kasus di Pulau Sumatera, 23 kasus di Pulau Sulawesi, 22 kasus di Pulau Kalimantan, 15 kasus di Pulau Bali dan Nusa Tenggara, 5 kasus di Kepulauan Maluku, dan 2 kasus di Papua.

“Papua menurut kami tidak banyak terekam karena memang informasinya minim. Sedangkan Maluku ada 5 kasus yang terekam. Padahal, kita tahu persis bahwa tambang saat ini bergerak, dan banyak di Maluku terutama nikel,” ujar dia.

Timer menuturkan jenis-jenis ancaman yang paling banyak dialami para pembela lingkungan adalah kriminalisasi. “Jadi ,lebih dari separuh kasus itu berupa kriminalisasi, baru menyusul kemudian kekerasan fisik jadi pemukulan dan segala macam. Yang ketiga adalah intimidasi,” kata Timer.

Kasus Kriminalisasi hingga Pembunuhan

Menurut data Auriga, dari 133 kasus ada 82 kasus terkait kriminalisasi, 20 kasus kekerasan fisik, dan 15 kasus intimidasi. Kemudian, 12 kasus pembunuhan, dua kasus perusakan properti, dan dua kasus imigrasi/deportasi.

“Dari 2014-2023 datang kita rekam pembunuhan cukup tinggi. Jadi hampir ada setiap tahun kalau dilihat secara statistik itu,” kata Timer

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21