liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Logo Katadata

Koalisi Indonesia Memantau mengungkapkan populasi gajah Sumatra dan habitatnya semakin terancam. Mereka mendesak pemerintah melakukan upaya-upaya penyelamatan terhadap habitat gajah Sumatra agar binatang tersebut tidak terancam punah.

Koalisi Indonesia Memantau terdiri atas beberapa lembaga diantaranya Yayasan Kanopi Hijau Indonesia, Auriga Nusantara, WALHI, dan Greenpeace Indonesia. Ketua Yayasan Kanopi Hijau Indonesia Ali Akbar menyatakan pemerintah melakukan pembiaran terhadap perusakan hutan yang membuat habitat gajah Sumatra semakin sempit. 

Hal ini harus segera diperbaiki dengan penegakan hukum yang tegas. “Kita menemukannya siapa atau apa yang menyebabkan proses kerusakan ini begitu kuat dan masif. Dari perjalanan ini, kami melihat ada proses pembiaran [negara],” kata Ali dalam Rilis Kajian: Merambah Rumah Gajah, yang disiarkan Youtube Auriga Nusantara, Kamis (18/1).

Ia mengatakan hutan yang menjadi habitat dari gajah Sumatra semakin kritis. Hal itu setidaknya tergambar dari kondisi habitat gajah yang berada di tutupan hutan alami Bentang Alam Seblat, Bengkulu.

“Kami melakukan proses pemantauan yang lebih intensif di lapangan sejak 2017. Laju kerusakan (hutan) di wilayah (habitat gajah) yang kami temukan mencapai 20.000 hektare,” kata Ali. 

Ali menuturkan selama dua tahun terakhir, kerusakan habitat gajah bertambah lagi menjadi 28.000 hektare di wilayah kantong hutan alami Bentang Alam Seblat. Kondisi tersebut akhirnya membuat “rumah” gajah Sumatra di Bengkulu semakin hilang. Karena habitat gajah semakin terdesak, hal itu tentu menjadi ancaman nyata kepunahan bagi spesies tersebut.

“Setelah tahun 2015-2016, gajah Sumatra tidak bisa lagi pulang ke istananya, ke rumah utamanya yang disebut sebagai Taman Wisata Seblat dan gajah-gajah tersebar di kantong mereka yang sangat luas,” ujarnya.

Ali menegaskan kondisi ini terjadi karena proses pembiaran yang sudah berlarut-larut tidak ditangani. “Sempat saya berdiskusi dengan komunitas lainnya terkait proses perusakan di kawasan hutan. Mereka mengatakan (pelanggaran kerusakan hutan) yang sudah lama juga dibiarkan. Itu menjadi semacam trigger,” kata Ali.

Para perusak hutan harus ditindak tegas sehingga mereka jera. “Kalau (perusakan hutan) itu diselesaikan oleh negara, ini akan menjadi satu nilai baik untuk memberikan efek jera. Selain itu, memberikan hambatan terhadap tindakan-tindakan yang selama ini terjadi secara terus-menerus di wilayah Bentang Alam Seblat,” ujarnya.

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21